Perdagangan
merupakan sebuah proses kegiatan yang berhubungan dengan menjual dan
membeli barang untuk memperoleh sebuah keuntungan. Kegiatan perjalanan
mengarungi lautan dari satu tempat ke tempat lain disebut pelayaran.
Perdagangan dan pelayaran menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dalam
hubungan antarpusat perekonomian dan perdagangan, antarpulau dan
antarnegara di masa kuno. Kegiatan perdagangan dan pelayaran tersebut
telah membuka jaringan hubungan antar Nusantara dan dunia internasional,
khususnya Asia dan Eropa.
A. ARTI PENTING AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN PELAYARAN SEBAGAI MATA RANTAI PENGHUBUNG ANTAR ASIA DAN EROPA
Bangsa-bangsa
di Asia dan di Eropa telah sejak lama mengembangkan kegiatan perdagangan
dan pelayaran. Kegiatan tersebut didasari oleh adanya perasaan saling
membutuhkan. Masing-masing bangsa di Asia dan di Eropa ini sendiri
memiliki perbedaan sumber daya alam dan tingkat kemampuan penduduk. Dari
rasa saling membutuhkan itu terciptalah jaringan hubungan antar Asia
dan Eropa, baik melalui jalur darat maupun jalur laut.
1. Aktivitas Perdagangan dan Pelayaran Asia
Sejak awal
tarikh Masehi telah tumbuh hubungan kegiatan perdagangan di Benua Asia,
khususnya hubungan antara Cina dan India. Jalan yang ditempuh agar
sampai ke tempat tujuan ialah jalan darat atau jalan laut. Jalan darat
paling banyak digunakan sebagai jalur perdagangan. Jalur perdagangan
darat biasa disebut jalan sutera. Hal ini disebabkan para pedagang yang
melewati jalan darat banyak yang membawa kain sutera. Saat itu,
komoditas kain sutera memang hanya dihasilkan oleh negeri Cina.
Kebutuhan akan sutera sebagai barang mewah menyebabkan negeri Cina
sering dikunjungi para kafilah dari berbagai negeri. Jalan sutera ini
mulai dikenal sejak zaman pemerintahan Dinasti Han di bawah kekuasaan
Han Wu Ti (140-87 SM).
Sejak dahulu
orang-orang Cina telah mahir membuat kain sutera. Dengan kepandaian ini
timbul anggapan hanya mereka sendiri yang mempunyai kebudayaan paling
tinggi di dunia. Namun, setelah orang-orang Cina berhubungan dengan
dunia luar, disadarilah bahwa ada bangsa lain yang juga memiliki
kebudayaan sederajat. Bangsa Cina segera menjalin hubungan dan kerja
sama dengan bangsa-bangsa lain tersebut terutama dalam bidang
perdagangan. Mereka mengembangkan sayap hubungan ke dunia timur dan
barat. Hubungan ke arah timur memanfaatkan jalur laut, hubungan ke arah
barat menggunakan jalur darat. Melalui jalur jalan sutera negeri Cina
dapat menjalin hubungan dan kerja sama dengan India, Persia, Romawi, dan
negeri-negeri lainnya.
Situasi dan
kondisi kota-kota di jalur sutera digambarkan oleh Marco Polo, seorang
pengelana dari Venesia (Italia). Dalam catatan perjalanan Marco Polo
melukiskan, bahwa pada masa pemerintahan Kubilai Khan (1260-1294 M),
jalan darat melalui Asia Tengah keadaannya aman. Para pedagang dari
India, Persia, dan negeri-negeri Asia Barat melewati jalan darat di Asia
Tengah ini. Diceritakan pula, bahwa kota-kota yang dilaluinya
keadaannya makmur. Penduduk telah menganut beberapa agama ataupun
kepercayaan. Ada kebiasaan menyembah berhala, ada penganut Islam, ada
juga pengikut Kristen dari aliran Nestorian. Dengan adanya lalu lintas
perdagangan, timbullah percampuran agama atau kepercayaan dari ras dari
bangsa-bangsa tersebut. Catatan perjalanan Marco Polo ini dibukukan
dengan judul Imago Mundi (Anggapan tentang dunia).
Pusat-pusat
perdagangan yang dihubungkan oleh jalan sutera di antaranya Kanton,
Nanking, Kaifeng, Kasygar, Tashken, Samarkhan, dan Bukhara. Beberapa
negeri sangatlah aktif dalam kegiatan perdagangan di jalur sutera dengan
membawa barang-barang, seperti :
a. sutera, porselen, kertas, dan batu giok (Cina);
b. tenunan halus, arca, gading, dan ukir-ukiran (India);
c. permadani, emas, dan wol (Persia); serta
d. barang-barang kristal, senjata besi, anggur, emas, dan perak (Romawi).
Porselen dari Cina.
Alat angkut yang digunakan pada saat itu masihlah sangat terbatas dan
sederhana, yaitu berupa pedati yang ditarik oleh kuda, unta, keledai,
ataupun gajah. Dengan menggunakan alat angkut yang sederhana tersebut,
para kafilah berani menempuh perjalanan yang sangat jauh. Kegiatan
menempuh perjalanan melalui jalur sutera ternyata banyak sekali
hambatannya. Hambatan-hambatan tersebut diantaranya adalah:
a. gangguan dari para perampok atau penyamun di wilayah Pas Kaibar (lembah sempit di barat laut Pegunungan Hindu Kush, India);
b. jalur jalan sutera sebagian besar merupakan daerah yang tandus,
gersang, banyak tebing, jurang, dan batu terjal, serta adanya berbagai
serangan binatang buas.
Meskipun jalan jalur sutera banyak sekali hambatannya, para kafilah
tetap saja menggunakan jalur darat tersebut. Namun, semenjak sering
terjadi peperangan di kawasan Asia Tengah dan semakin banyak gangguan
dari perampok, maka para pedagang mulai memanfaatkan jalur laut.
Perkembangan kegiatan dagang di jalur laut didorong oleh timbulnya
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pelayaran yang antara lain
dikembangkan oleh bangsa Arab. Dengan demikian, jaringan lalu lintas
laut di antara Asia Barat, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur
mulai tampak keramaiannya.
Beberapa kota dagang yang ramai dikunjungi pada masa itu ialah Cambay,
malaka, Kanton, dan Ormuz. Cambay merupakan sebuah kota pelabuhan besar
yang ada di India. Di kota ini hidup para pedagang tangguh dan ulet dari
suku bangsa Gujarat. Mereka amat berperan dalam penyebaran ajaran agama
Islam di Nusantara. Malaka dikenal sebagai kota dagang yang banyak
memamerkan barang-barang dari negeri di sebelah barat atau timur
wilayahnya. Malaka muncul sebagai kota dagang utama di Asia Tenggara
setelah mundurnya Kerajaan Sriwijaya dan Samudera Pasai. Kanton sejak
dulu telah berperan sebagai daerah yang menghubungkan para pedagang dari
Asia Tenggara ke Asia Timur. Ormuz merupakan pelabuhan dagang yang
berperan mempertemukan tiga jalur perdagangan, yaitu para pedagang dari
Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur, para pedagang yang melewati
Sungai Eufrat dan Tigris, dan para pedagang yang melewati Laut Merah.
Barang dagangan utama yang diperjualbelikan di kota-kota pelabuhan Asia diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Getah pohon untuk wewangian, tekstil, batu karang, mutiara, emas, alat hias dari kaca berwarna, batu permata (Asia Barat).
b. Kerajinan ukir-ukiran, kain tenun halus, kerajinan gading gajah, arca (Asia Selatan).
c. Rempah-rempah, kapur barus, beras, kemenyan, kayu cendana, kayu gaharu (Asia Tenggara).
d. Sutera, keramik, porselen, batu giok (Asia Timur).
2. Aktivitas Perdagangan dan Pelayaran di Sekitar Laut Tengah
Laut Tengah merupakan wilayah laut yang berada di dekat Eropa bagian
selatan, Asia Barat, dan Afrika Utara. Sejak dulu wilayah ini selalu
ramai dengan kegiatan pelayaran dan perdagangan. Oleh karena itu,
wilayah ini seringkali dijadikan arena perebutan bagi bangsa yang
berambisi menguasainya.
Negara yang sejak semula berperan dalam kegiatan perdagangan dan
pelayaran di sekitar Laut Tengah ialah Yunani dan Romawi. Yunan maju
dalam bidang perdagangan karena kondisi geografisnya memungkinkan untuk
berperan. Tampilnya Iskandar Zulkarnaen (356-323 SM) semakin mengangkat
Yunani menjadi negara yang maju. Apalagi setelah ia berhasil membangun
kota Iskandariah (Alexandria). Kerajaan Romawi memperoleh kemajuan
perdagangan setelah berhasil menumbangkan kekuasaan Kartago (Carthage)
di Afrika Utara. Kemajuan itu lebih terlihat saat Romawi dipimpin Kaisar
Oktavianus Augustus (31 SM-14 M) dan Konstantin Agung (303-337 M).
Untuk mengembalikan kejayaan Romawi, Konstantin Agung memindahkan ibu
kota dari Byzantium ke wilayah dekat pantai Selat Bosporus. Ibukota baru
tersebut diberi nama Konstantinopel.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
PERSONA
Iskandar Zulkarnaen (356-323 SM)
Iskandar Zulkarnaen yang dikenal pula sebagai Alexander the Great adalah
Raja Macedonia, panglima perang Macedonia, dan penakluk terbesar pada
zaman kuno. Beliau adalah putra dari Raja Philips II. Ketika berusi 13
tahun beliau menjadi murid pribadi Aristoteles. Lewat gurunya inilah
Iskandar Zulkarnaen memiliki pengetahuan yang sangat mendalam.
Iskandar Zulkarnaen menaklukkan Kerajaan Persia pada 334 SM.
Selanjutnya, beliau juga menaklukkn Kerajaan Mesir Kuno. Pada puncak
kekuasaannya, kerajaannya membentang dari Laut Ionia sampai ke sebelah
utara India.
Pada 13 Juni 323 SM beliau meninggal dunia. Sebelum meninggal beliau
tidak menunjuk penggantinya, sehingga Kerajaan Alexander dibagi menjadi
empat kerajaan. Jenazahnya yang tersimpan dalam peti mati terbuat dari
emas di bawa ke Memphis (Mesir) dan selanjutnya ke Iskandariah. Di kota
inilah beliau dimakamkan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Pada sekitar abad ke-15 kegiatan perdagangan di sekitar Laut Tengah
mengalami kemajuan yang amat sangat pesat. Di wilayah ini para pedagang
amat giat berusaha. Atas keberhasilannya tersebut, kedudukan mereka
menjadi sangat penting di samping para raja, kaum bangsawan, dan kaum
gereja. Mereka bahkan mampu melahirkan kota-kota dagang besar, seperti
Venesia, Genoa, Konstantinopel, Iskandariah, dan Allepo. Kapal-kapal
dagang dari berbagai negara banyak berdatangan ke kota-kota ini. Barang
dagangan utama yang diperjualbelikan meliputi rempah-rempah, sutera,
kain tenun, barang pecah belah, barang-barang kerajinan, peralatan kapal
laut, dan sebagainya.
3. Hubungan Aktivitas Perdagangan dan Pelayaran di Asia dengan Eropa
Jauh sebelum tarikh Masehi, bangsa-bangsa Eropa banyak membutuhkan
barang-barang yang berasal dari Asia, terutama rempah-rempah. Untuk
mendapatkan barang-barang dari Asia, bangsa-bangsa Eropa harus
mengeluarkan biaya besar. Meskipun demikian, mereka terus melakukannya
karena barang-barang tersebut tidak ada di Eropa dan sulit
mendapatkannya.
Sebelum majunya teknologi transportasi, jarak antara negeri-negeri Eropa
dan Asia terasa cukup jauh sehingga mereka belum dapat menjalankan
sistem perdagangan langsung. Pada umumnya barang-barang dibawa para
kafilah dari satu tempat ke tempat lain secara beranting atau
berpindah-pindah tangan. Barang dagangan dibawa dari satu pedagang ke
pedagang lain dan dari satu kota ke kota lain hingga ke tangan pembeli.
Jadi, tidak mengherankan bila barang-barang dari produsen terakhir yang
sampai ke konsumen harganya menjadi mahal.
Patung Octavianus Augustus.
Sistem
perdagangan yang beranting di antara negeri-negeri Asia dan Eropa dapat
berlangsung dengan baik berkat adanya peranan para pedagang Gujarat,
Arab, dan Persia. Sejak dahulu orang-orang dari bangsa ini terkenal
sebagai orang-orang yang suka berdagang. Keinginan untuk maju dalam
bidang perdagangan membuat mereka tidak segan-segan untuk bertualang
dari satu wilayah ke wilayah lain, atau bahkan dari satu negeri ke
negeri lain. Mereka membawa bermacam-macam barang komoditas dari Asia,
terutama rempah-rempah. Mereka kemudian memperdagangankannya di kota
Konstantinopel dan Iskandariah. Dari dua pusat perdagangan tersebut,
barang-barang dari Asia berpindah tangan lagi kepada bangsa Venesia dan
Mesir. Mereka membawa dan mengedarkannya ke kota-kota dagang di sekitar
Laut Tengah dan Eropa. Oleh karena itu, pusat perdagangan di
Konstantinopel dan Iskandariah semakin ramai karena menjadi pintu
gerbang yang menghubungkan mata rantai kegiatan perdagangan dan
pelayaran Asia-Eropa.
Kapal Bangsa Fenisia (Phoenicia).
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERKEMBANGNYA PERDAGANGAN DAN PELAYARAN ANTARA ASIA-EROPA SAMPAI ABAD KE-18
Teleskop Kuno.
Perdagangan
dan pelyaran merupakan kegiatan yang tak terpisahkan satu sama lain di
dalam hubungan antarpulau maupun antarnegara sebelum berkembangnya
teknologi perhubungan udara, darat, dan laut. Hubungan antarbangsa dalam
bidang perdagangan dan pelayaran tersebut telah berlangsung
berabad-abad, termasuk antara Benua Asia dan Benua Eropa sampai abad
ke-18 M. Meskipun jarak tempuh kedua kawasan terbilang jauh, namun lalu
lintas hubungan di antara kedua benua itu berlangsung lancar dan
berkembang karena terdapat faktor-faktor yang mendukung dan mempengaruhi
kegiatan tersebut.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar